PUNCAK JAYA - Di tengah bentangan alam Puncak Jaya, Papua Tengah, sebuah momen hangat terjalin antara prajurit TNI dan anak-anak Kampung Undu pada Rabu (8/4/2026). Satgas Yonif 613/Raja Alam tak sekadar menjalankan tugas pengamanan, tetapi lebih jauh merajut benang kemanunggalan melalui sentuhan hati yang tulus.
Di wilayah Titik Kuat (TK) Undu, tawa riang anak-anak berpadu dengan obrolan santai para personel satgas. Mereka tak sungkan bercengkerama, berbagi cerita, bahkan larut dalam permainan sederhana yang menciptakan gelak tawa dan keakraban. Senyum merekah di wajah polos mereka, sebuah bukti nyata kebahagiaan yang mereka rasakan.
Kehadiran para prajurit ini bukan sekadar memberikan keceriaan sesaat, melainkan menanamkan benih pengalaman positif yang kelak akan tumbuh menjadi kedekatan emosional. Ini adalah bagian dari upaya satgas untuk benar-benar memahami denyut nadi kehidupan masyarakat, menyerap aspirasi mereka tanpa sekat, mulai dari persoalan keamanan hingga lika-liku kehidupan sehari-hari di tanah Papua.
Mama Yohana Wenda, salah seorang tokoh masyarakat, tak mampu menyembunyikan rasa syukurnya atas perhatian yang diberikan.
“Kami sangat senang melihat anak-anak bisa dekat dengan bapak-bapak TNI. Mereka tidak hanya bermain, tetapi juga belajar hal-hal baik. Kehadiran Satgas membuat kami merasa diperhatikan dan lebih tenang, ” ungkapnya.
Komandan Titik Kuat Undu, Letda Inf Ulin Nuha, menegaskan bahwa esensi kegiatan ini adalah membangun jembatan kasih dengan generasi penerus bangsa.
“Kami ingin kehadiran Satgas benar-benar dirasakan oleh masyarakat. Anak-anak adalah masa depan bangsa, sehingga penting bagi kita semua untuk memberikan perhatian, motivasi, dan contoh yang baik kepada mereka, ” jelasnya.
Lebih dari sekadar menjaga kedaulatan, Satgas Yonif 613/Raja Alam membuktikan bahwa pengabdian sejati datang dari hati. Interaksi hangat ini diharapkan menjadi fondasi kokoh untuk menciptakan suasana yang damai, aman, dan penuh harapan bagi masa depan cerah Kampung Undu. (PERS)
